Tampilkan postingan dengan label one day one invention. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label one day one invention. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Juli 2010

Baju Robot Untuk Petani


Para peneliti di University of Agriculture and Technology Tokyo berhasil mendemonstrasikan pakaian robot yang dilengkapi 8 motor dan 16 sensor. pakaian ini beratnya 25 Kg, digunakan untuk membantu petani Jepang yang lanjut usia agar tetap produktif bercocok tanam di masa tuanya. Baju robot ini memberi kekuatan pada otot kaki, dengan begitu baju tersebut dapat membantu petani saat membungkukkan badang dan mengangkat tangan. Sayangnya teknologi ini dijual dengan harga yang sangat mahal. yaitu sekitar US $5000-US $10.000 . Padahal jika dijual lebih murah, perusahaan agrikultur dan sejenisnya akan dapat maju pesat karena teknologi baju robot ini.

(sumber: www.andriewongso.com)

Kontributor: Bagus Facsi Aginsa

Kipas Angin Tanpa Baling-baling


Ini adalah salah satu penemuan dari james oyson, penemu vacuum cleaner tanpa kantong. Berbeda dengan kipas angin pada umumnya, kipas angin ini mengandalkan baling-baling yang berputar untuk menangkap udara dan menghembuskannya ke depan, akan tetapi, teknologi kipas angin tanpa baling baling ini menggunakan prinsip udara model pesawat terbang. Langkah kerjanya seperti ini, udara ditarik masuk ke dalam dasar silinder mesin oleh sebuah motor kecil, kemudian alat pendorong itu mendorong udara untuk masuk ke dalam lubang yang berongga dan kemudian lewat sebuah celah, menyapu seluruh bagian lubang udara kemudian dipercepat alirannya melalui sebuah lingkaran besar yang disebut loop amplifier. Beberapa keuntungan yang bisa didapatkan antara lain tidak perlu kawat pelindung karena tidak ada bagian yang berbahaya jika disentuh, tidak perlu sering-sering dibersihkan serta tidak menyebabkan suara mengganggu.

(Sumber: lelosusilo.wordpress.com)

kontributor: M Akbar Jamaludin

Kendalikan Komputer dengan Mata

Bahkan di zaman yang sudah sangat maju saat ini, mengendalikan komputer dengan gerakan mata yang sangat minim adalah hal yang luar biasa. Dengan MyTObii P10, komputer dengan Operating System Windows bisa dikendalikan dengan mata penggunanya, walaupun dibutuhkan kacamata. Alat portable ini terdiri dari layar selebar 15 inchi, alat kontrol mata, dan komputer. Awalnya alat ini dibuat untuk pengguna yang memiliki kelemahan atau cacar fisik, namun seringkali disalahgunakan oleh pengguna yang malas untuk menjangkau mouse. Alat ini hanya mengidentifikasi gerakan bola mata berdasarkan warna dan kondisi cahaya, karena itulah keakuratannya sangat tinggi. Walaupun pengguna menggunakan kacamata ataupun menggerakkan kepalanya, alat ini dapat berkerja dengan sangat baik. Alat ini terbilang sangat mahal untuk pasaran umum, yaitu 150.000 euro atau 210 juta rupiah, tetapi untuk yang benar-benar membutuhkannya karena keterbatasan, angka yang dapat membeli mobil ini layak. Sebenarnya program dengan konsep ini sudah ada juga di Indonesia, namanya Eye Bpad. Program ini tidak memerlukan alat tambahan, cukup dengan webcam biasa. Karena program yang lebih canggih dari MyTobii P10 ini buatan Indonesia, alat ini tidak diperjualbelikan di luar negeri, dan aksesnya saat ini masih terbatas. Alangkah pantasnya kalau kita bersyukur karena tidak perlu menggunakan benda semahal itu untuk berkomunikasi antar sesama. Selain itu kita juga harus bangga karena anak bangsa ini membuktikan bahwa dalam ilmu pengetahuan, kreativitas berada di atas materi.

(sumber : www.kaskus.us)

kontributor : Rukan Nasrullah Adha

Sabtu, 10 Juli 2010

Kacamata Penerjemah


Saat ini perbedaan bahasa dari orang berbeda Negara yang ingin berkomunikasi tidak lagi menjadi masalah. Suatu perusahaan di jepang, NEC, telah memproduksi gadget canggih yang disebut Tele Scouter. Tele Scouter mempunyai fungsi utama seperti penerjemah manusia. Alat tersebut terdiri atas kacamata, kamera, dan mikrofon yang langsung dipakai penggunanya. Saat lawan bicara mengucapkan kalimat dalam bahasa asing, mikrofon akan meneruskan kalimat itu ke komputer portable yang dipakai di pergelangan tangan. Komputer tersebut kemudian meneruskan informasi ke server yang akan menerjemahkan kalimat. Hasil terjemahan tersebut kemudian dikirim ke pengguna via retina display pada kacamata. Tele Scouter memiliki bentuk yang kecil, ringan, dan praktis sehingga nyaman dipakai. Pengguna tidak perlu khawatir kecolongan ‘eye contact’, kontak mata dengan lawan bicaranya karena proyeksi teks tidak langsung pada pusat penglihatan.

(Sumber: jawapost)

Kontributor: Achmad Arbi

Invitech Merancang 3D Bio-Printer Pertama di Dunia


Invitech telah merancang sebuah 3D bio-printer yang dapat digunakan oleh para peneliti untuk memajukan perbaikan jaringan tubuh manusia dan organ pengganti. Para ilmuan dan insinyur dapat menggunakan alat ini untuk mengaktifkan sel-sel dan menempatkan hamper setiap jenis sel menjadi pola yang diinginkan dalam gambaran 3D. Hasil akhirnya akan digunakan oleh para dokter bedah untuk berbagai penggunaan dan analisa jaringan sel tubuh manusia. 3D bio-printer ini memiliki antarmuka yang intuitif yang memungkinkan para insinyur untuk membangun sebuah model dan konstruksi jaringan. Sebelum dimulai, printer membentuk kontruksi fisik organ-organ sel secara otomatis lalu sinar laser akan mencetaknya, sistem ini dapat digunakan untuk menganalisa sel manusia serta dapat digunakan untuk hidrogel, perancah, serta dukungan matriks. Nantinya alat ini akan sangat membantu para ilmuan untuk membantu dokter bedah mengobati pasien yang memiliki orang dalam tubuh yang rusak sehingga bisa digunakan lagi.

(Sumber: www.beritateknologi.com)

Kontributor: Devi Nandita Bestari

Bola Pengisi Baterai


Sebuah bola sepak kini tak hanya sebagai alat olahraga, namun juga dapat berfungsi sebagai sumber listrik yang dapat mengisi ulang baterai ponsel. Bola ajaib ini bernama sOcckett. Cara mrnggunakannya sangat mudah, cukup dengan memainkan bola tersebut selama kurang lebih lima belas menit dan bola tersebut telah dapat menghasilkan listrik yang dapat digunakan untuk mengisi baterai. Di dalam bola tersebut terdapat semacam gulungan magnetic yang dapat menghasilkan listrik jika bola tersebut digoyang-goyangkan atau digulirkan. Tak hanya untuk ponsel, bola tersebut juga dapat membantu menghidupkan lampu untuk waktu sekitar tiga jam. Salah satu anggota dari tim pencipta bola ini, Jessica Lin, membuat bola ini terinspirasi dari anak-anak di Afrika yang sering belajar di luar rumah, bahkan di pinggir-pinggir jalan karena minimnya penerangan di tempat mereka. Dengan faktor hamper seluruh anak di Afrika menggemari permainan sepakbola, Lin menciptakan bola ini sehingga dapat bermanfaat bagi mereka anak-anak Afrika untuk penerangan di dalam tempat tinggal mereka saat ingin belajar di malam hari.

(Sumber: http://techno.okezone.com)

kontributor: Nursita Setiawati

Ruang Konferensi yang Dapat Mengatur Otomatis

Menata meja-meja pada ruang rapat untuk menyesuaikan kebutuhan posisi selama rapat, dapat menjadi perkerjaan yang memakan waktu dan tenaga. Hal ini ternyata bisa diselesai kan dengan robot secara otomatis. Mejanya adalah robot yang gerakannya diatur dengan sebuah software dengan pendekatan trial dan error. Pendekatan ini penting, agar meja-meja tidak saling bertabrakan. Pergerakan meja di pantau oleh fish eye lens kamera yang mendeteksi posisi meja berdasarkan LED yang dipasang di tiap ujung meja. Hal ini akan sangat bermanfaat jika dapat diaplikasikan pada ruang konferensi besar karena sangat menghemat waktu dan tenaga. Ilustrasi selengkapnya dapat dilihat di youtube.com dengan keyword “The Conference Room That Re-Arranges Itself”

Demo konsep teknologi pergerakan meja:

(Sumber :www.spectrum.ieee.org dan www.youtube.com )

Kontributor : Nila Gita Cahyani


Robot Dari Bahan Recycle


Perkembangan dunia robot saat ini telah berkembang pesat . Berbagai inovasi terbaru menunjukkan bahwa robot ini mampu menjadi subtitusi bagi sejumlah pekerjaan manusia. Robot ini ditemukan oleh Feroz Ahmed Siddiky dari Universitas Islam Bangladesh. Feroz mampu membuat robot dari bahan recycle, alias bahan bekas yang seharusnya menjadi sampah. Tentu ini merupakan berita gembira bagi pecinta lingkungan untuk mengurangi sampah di lingkungannya. Robot yang diberi nama IROBO itu diklaim dapat melakukan beberapa gerakan manusia. Di antaranya yaitu memindahkan barang, membersihkan lantai, serta melakukan tugas-tugas sederhana lainnya. Sang innovator, Feroz, juga menyebutkan bahwa robot ‘recycle’ itu memiliki kecerdasan untuk merespon perintah suara. Karena dari barang beka, diantaranya bahan recycle alat elektronika, serta mesin mobil, membuat robot ini juga terhitung murah. Karena itu Feroz berniat untuk mengkomersilkannya pada Negara-negara maju dan dibuat patennya. Robot yang proses pembuatannya memakan waktu dua tahun ini kira-kira, rencananya akan dijual kurang dari atau seribu dolar amerika serikat.Untuk itu, Feroz telah mengajak perusahaan software Australia untuk mengembangkan proyek yang sangat menjanjikan tersebut. karena robot ini selain merupakan perwujudan kolaborasi teknologi canggih dan kepedulian akan kondisi lingkunagn bumi kita.

(sumber: www.andriewongso.com)

Kontributor : Nadhilah Shani

Selasa, 06 Juli 2010

Bola Lampu LED yang menggunakan DNA


Saat ini para ilmuwan sedang mencari cara untuk menciptakan teknologi bola lampu yang tahan lama. Salah satunya dilakukan oleh para peneliti dari University of Connecticut yang memperkenalkan teknologi bola lampu LED dengan bahan baku DNA ikan salmon. Para ilmuwan menambahkan dua warnna ‘flourescent’ yang berbeda ke dalam molekul DNA, zat-zat pewarna tersebut ditempatkan pada jarakk 2 s/d 10 nanometer satu sama lain. Setelah zat pewarna ditambahkan, molekul-molekul DNA kemudian dipintal sehingga membentuk ‘nanofiber’. Material inilah yang akan membungkus LED yang nantinya akan menyerap sinar ultraviolet dan energinya kemudian akan memancarkan cahaya biru. Kualitas dan intensitas cahaya dapat diubah dengan rasio pewarna yang dimasukkan. Kelebihan teknologi ini adalah kekuatan polimer DNA yang 50 kali lebih kuat dari polimer kaca aklirik, tetapi seperti penemuan terbaru lainnya, teknologi ini masih perlu dipelajari lebih lanjut , selain itu, belum ada informasi mengenai intensitas yang dihasilkan oleh DNA salmon tersebut . walaupun begitu, tentu saja penemuan ini begitu penting mengingat 'green technology' diusung dalam pembuatannya.

(sumber : www.treehugger.com)

Kontributor : Ahmad Hilman N.

Through Wall Surveillance


Telah hadir alat untuk mendeteksi objek yang ada di balik dinding. Alat ini menggunakan teknologi through – wall – surveillance (TWS) sesuai dengan namanya yang berarti alat mata-mata tembus dinding. Pada awal perkembanganya alat ini, alat ini hanya sebesar telepon dengan berat 0,6 Kg. Alat ini dapat mendeteksi objek atau orang di balik dinding beton dengan tebal 30 cm hingga jangkauan 15 meter. Alat ini menggunakan tenaga dari 2 baterai AA. Selanjutnya DARPA(Defence Advanced Research Project Agency) mengembangkan menjadi alat bernama ‘Soldier Vision’ yang mampu melihat objek dengan pencitraan 2 dimensi dengan jarak lebih jauh, yaitu 18 meter.

Perkembangan alat tersebut terus berlanjut hingga yang terbaru dan tercanggih ialah perangkat besutan Camero, bernama ‘Xaver 800’ dengan ukuran sebesar laptop, alat ini mampu menghasilkan gambar citra 3 dimensi dengan jangkauan 20 meter. Alat terbaru ini juga memiliki kelebihan antara nya alat ini tidak hanya mendeteksi, namun juga mengenali bentuk ruangan di balik dinding, tinggi maupun pergerakan objek yang diamati dengan menggunakan sinyal ultra white band (UWB). Tetapi, dengan segala kelebihannya alat ini memiliki beberapa kekurangan, yaitu perangkat ini hanya mampu menampilkan gambar dengan resolusi yang rendah sehingga tidak dapat menampilkan objek asli dengan akurat. Alat ini sulit membedakan objek atau orang di balik dinding sedang memegang ponsel atau pistol. Selain itu alat ini juga tidak mampu mendeteksi objek yang berada di balik dinding berlapis metal.

(sumber : www.camero-tech.com)

kontributor : Nirmala Twinta

MRAM : teknologi terbaru memori komputer 10 kali lebih cepat daripada RAM


MRAM (Magnetoresistive Random Access Memory) dikembangkan oleh fisikawan dan insinyur jerman. Memori ini bukan hanya lebih cepat daripada RAM, tetapi juga lebih hemat energy. Kehadiran MRAM sepertinya akan meningkatkan perkembangan mobile computing dan level penyimpanan dengan cara membalik arah kutub utara-selatan medan magnet.

IBM dan beberapa perusahaan pengembang lain berencana menggunakan MRAM. MRAM dapat menukar kutub-kutub magnet. Hal ini dikenal sebagai spin-torque MRAM (torsi putar MRAM) teknologi inilah yang dikembangkan oleh fisikawan dan insinyur Jerman.

Kecepatan MRAM mencapai 10 kali kecepatan RAM. Kecepatan ini masih dapat terus dikembangkan di masa depan.

(sumber : shirogadget.com)

kontributor : Idris Nursalim A.

Electric Eye


Electric Eye ialah suatu teknologi kesehatan yang baru-baru ini dikembangkan oleh MIT. Jadi teknologi ini memiliki fungsi secara umum untuk membantu penglihatan orang buta. Jadi, orang yang buta dapat melihat sekitarnya, walaupun pengelihatannya kurang baik. Electric Eye terdiri dari chipmikro dan kaca mata khusus. Kaca mata tersebut dilengkapi dengan kamera, sehingga kaca mata itu bisa menangkap gambar. Selanjutnya pencitraan yang sudah diambil ditransmisikan ke mikrochip. Mikrochip sendiri ditanam di dalam mata yang dihubungkan dengan syaraf-syaraf retina.mikrochip tersebut terbuat dari titanium agar tidak rusak terkena cairan. Menurut penelitian, jika retina mata diberi rangsangan listrik, maka syaraf pada retina akan mengirimkan sinyal ke otak lalu orang tersebut dapat melihat sesuatu. Begitu pula dengan teknologi Electric Eye, pencitraan dari kamera ditransmisikan ke mikrochip titanium, setelah mikrochip mengolah pencitraan kamera, selanjutnya mikrochip mengirimkan sinyal/impuls listrik ke syaraf pada retina. Syaraf ini akan meneruska impuls ke otak sehingga orang buta dapat melihat pencitraan tadi. Sampai saat ini teknologi Electric Eye masih dikembangkan untuk meningkatkan performa dan keamanannya.

(sumber: www.time.com)

kontributor : Timothy Alexander T.


Notebook Mini Seukuran kaleng Coca-cola


Notebook ini diproduksi oleh Qi Hardware bermerk Ben NanoNote. Notebook terkecil ini dilengkapi dengan prosesor Xburst Jz4720 336 Mhz MIPS – compatible, 32 GB DRAM dan 2 GB NAND memori flash. Besarnya layar adalah 3 inci dengan resolusi 320x240 pixel dan memiliki full QWERTY keyboard. Kita juga memperoleh slot kartu microSDHC, 3.5 mm jack headphone, mini USB port, speaker dan microphone yang terintegrasi. Baterainya menggunakan 850 mAh Li-ion. Ben Nanonote bekerja sama dengan linux dan mengijinkan para developer untuk menyesuaikannya. Harga notebook mini lucu bernama Ben ini adalah $99 atau mendekati 1 jutaan rupiah saja.

(sumber : www.metrogaya.com)

kontributor : Dimas B.K