Kamis, 02 September 2010

Kereta Seksi, Futuristik, dan Aerodinamis

Dengan interior yang lebih mirip sebuah apartemen penthouse mewah, sofa yang nyaman dengan bantal dan hiasan lembut, modul kaca dilengkapi dlayar komputer, ruang penyimpanan untuk sepeda lipat dan sebuah bar yang lengkap, modul kaca serta dek pengamatan double decker, kereta masa depan ini sangat jauh dari bayangan kereta sekarang

Sekretaris New Tory Transport, Phillip Hammond mengkonfirmasi adanya janji koalisi pekan lalu bahwa jaringan rel kecepatan tinggi akan dibangun pada konferensi rel nasional di Liverpool, seperti dikutip dari Daily Mail. “Saya ingin mengulangi komitmen pemerintah ini untuk rel kecepatan tinggi di mana terletak pada jantung kebijakan transportasi kita,” katanya.

Desainer transportasi terkemuka, Paul Priestman telah menciptakan rancangan sebuah kereta disebut 'Merkurius’ untuk mengubah data teknis mentah menjadi sesuatu yang lebih nyata yang dapat membangkitkan emosi dari penumpang yang menggunakannya," katanya.

Priestman mengatakan kereta Mercury sepanjang 400 meter ini akan memiliki perpanjangan muka depan kereta yang paling ekstrem di dunia, "Ini sangat penting untuk kereta api aerodinamis yang akan bergerak pada 225mph,” katanya.

Di dalam kereta Mercury yang memiliki rancangan yang kontemporer dan fleksibel, terdapat rencana menggabungkan fasilitas film, musik dan sistem permainan sebagai hiburan. Kereta masa depan ini menawarkan kelas mewah pertama yang memiliki lounge dan bar guna mencerminkan perbedaan kelas yang ditawarkan kepada wisatawan.

Ada juga wilayah pribadi untuk keluarga, pesta pribadi atau pertemuan bisnis serta tempat bermain anak.

"Di Inggris, desain kereta ini akan menjadi salah satu senjata paling ampuh dalam pertempuran untuk membujuk orang sehingga mau meninggalkan mobil mereka di rumah dan menawarkan pilihan pertama mereka berupa kereta,” ujar Priestman.

Kereta baru berkecepatan 250mph yang memakan biaya lebih dari 30 triliun poundsterling ini menjanjikan akan memangkas waktu perjalanan antara London, Euston dan Birmingham dengan hanya 49 menit, dari 1 jam 24 menit saat ini. Proyek ini dimulai pada tahun 2017 dan diharapkan dapat digunakan mulai 2025.


Adhi Eko Apriyanto

18009022

Tidak ada komentar:

Posting Komentar